IdoCil
December 29, 2008
beberapa hari yang lalu gw nnton Idola Cilik RCTI di rumah temanku, ato lebih tepat di rumah emak nya temanku –’, emank seh buat anak-anak seukuran mereka, suara nya bagus-bagus, mereka diberi talenta yang baik :), tapi disamping itu, gw udah sejak lama berpikir, apakah acara ini benar-benar ajang mencari bakat ??? atau jangan-jangan ini hanya lah sebuah bentuk eksploitasi anak secara halus… Bayangkan anak-anak seumur mereka yang notabene kelas 5-6 SD sudah harus bersaing secara ketat di ajang ini, juga mereka harus merasakan Stress yang berat bagi level mereka, semua dilakukan demi uang dan ketenaran… padahal anak-anak seumur mereka seharusnya hanya belajar dan bermain, bukan untuk berkompetisi di ajang yang sekeras ini…. juga tontonan Idola cilik sbenarnya bukanlah diperuntukkan bagi anak-anak, lebih tepatnya ini diperuntukkan bagi golongan remaja ke atas.. mau contoh? yang menonton idola cilik ini adalah teman-temanku yang sudah lulus kuliah dan bekerja semuanya, sedangkan sepupu yang masih SD-SMP, tidak pernah sekalipun menonton acara ini, kata mereka “ga ngerti ko, aku ga demen acara ini”.. . memank, lihat saja lagu yang mereka nyanyikan, semua lagu orang dewasa, yang mereka nyanyikan bahkan lagu-lagu dari band-band dewasa indonesia, sebut aja: PeterPan, Sheila on 7, dll… lagu-lagu tentang cinta muda-mudi mereka nyanyikan, mungkin arti dari cinta saja mereka belum tahu, well… itu lagu tentang cinta yang semua orang cepat atau lambat pasti mengalaminya, namun bagaimana dengan lagu-lagu yang menurutku masuk Rating: “Special Condition”, seperti: Kupu-kupu malam, Jadikan aku yang kedua, atau bahkan Tak selamanya selingkuh itu indah.. bukankah lagu-lagu itu mengajarkan sesuatu yang buruk bagi anak-anak… bandingkan dengan masa-masa kita kecil… masih ingat lagu abank tukang bakso, kelinciku, si komo lewat, Pak Polisi, Air by Joshua ??? menurutku itu lagu-lagu yang pantas bagi anak-anak, mengandung unsur kesenangan, bahkan mendidik, yah memank itu lah yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak…
Memank bagi stasiun TV, menggelar acara macam Idocil ini adalah hal yang menguntungkan selain keuntungan karna kerjasama denga operator Ponsel, juga atribut-atribut nya lagu diperjual beli kan, bandingkan jika mereka harus membeli film untuk mengisi kekosongan acara pada jam dimana IdoCil disiarkan, tentu itu sangat mahal dan tidak membawa keuntungan…
Selain itu, bayangkan perasaan dan mental si anak jika ia gagal dalam audisi IdoCil, harus kita pertimbangkan, apakah ia mengalami trauma untuk tampil di panggung ? atau mungkinkah itu dapat berakibat buruk untuk masa depannya ? jika berhasilpun, apakah mereka sudah siap untuk mendapat ketenaran ? dapatkah mereka menyesuaikan diri antara kehidupan masa lalu mereka yang hanya orang biasa, tiba-tiba jadi superstar ? memank ini menyangkut uang yang banyak, tapi ingat masa depannya jauh lebih penting, uang bisa habis, namun kehidupan harus terus berjalan… ![]()
Post ini terbuka untuk komen, ini pendapat pribadi gw,menurut gw ini benar, kalau menurut kalian pendapat gw salah, ya itu urusan kalian, gw ga peduli,sanggahlah dengan alasan, jangan hanya mengatakan “LO SALAH” namun tanpa alasan, karena sanggahan namun tanpa alasan, bagaimana gw tau yang benar ???? … kalo mau utarain pendapat pribadi kalian, boleh-boleh aja, silakan tulis di komen..hohoho
Entry Filed under: Uncategorized. .
2 Comments Add your own
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1. cool kid | December 29th, 2008 at 11:08 pm
gini loh dul.. sebenarnya bagus aja anak2 dari kecil uda ditebarkan aura persaingan yang sehat.. biar siap untuk menghadapi persaingan yg pasti ada kelak di kehidupan mereka. Dan sebenarnya idocil ini memang sudah meminimalisir sekali situasi dan kondisi bikin tegang. Komentatornya lembut lembut (ga kebayang kalo anang jadi komentator.. bisa kencing di celana tu idocil –’)..
kalo masalah lagunya, ya emang bener, lagu yg dinyanyiin lagu-lagu dewasa semua. Mungkin ikutin perkembangan zaman, karena sekarang anak2 kecil pada taunya lagu2 itu. Tapi ada juga kok lagu2 yang masih berjiwa anak2 macam Tunjuk Satu Bintang, Cinta Untuk Mama, yg jadi lagu fave gw setelah dengerin mrk nyanyi :->. Dan untuk kasus lagu2 yang bertemakan cinta (cewe dan cowo), biasanya sih kata2 cinta ato yg ada hubungannya itu diubah. Mis : Pacar –> Sobat, ato dari pacar jadi mama dll gt deh.. jadi unsur cintanya itu uda diminimalisir..
Kesimpulannya, gw Pro Idocil :->
2. altnive | December 29th, 2008 at 11:11 pm
nice comment…. hohoho… btw…
(ga kebayang kalo anang jadi komentator.. bisa kencing di celana tu idocil –’)..